Loading...

Panduan Hubungan (Biologis) Suami-Istri (Bag. 2)


Sebelumnya saya telah menuliskan Panduan Hubungan (Biologis) Suami-Istri (Bag. 1). Saya sengaja menuliskan artikel yang berkaitan dengan hubungan suami istri, karena ini sangat berpengaruh terhadap keturunan kita. Saya bukanlah seorang ahli dalam hal ini, namun dari beberapa informasi yang saya baca baik di internet maupun di buku. Beberapa anjuran lainnya dalam memulai hubungan adalah menyebut nama Allah SWT, selanjutnya mari kita simak anjuran lainnya berikut ini :
1.Tidak menghadap dan membelakangi kiblat
  • Dalam hal ini Imam Shadiq as bersabda; “Janganlah anda melakukan hubungan biologis dalam keadaan menghadap dan membelakangi kiblat”.
  • Begitupun beliaupun telah menukil dari para leluhurnya bahwa Rasulullah saww telah melarang hal dan seraya bersabda: “Barang siapa yang melakukan hal ini maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia atasnya”.
2.Tidak dalam Keadaan Kenyang
Berhubungan biologis dalam keadaan kenyang akan merusak metabolisme badan dan berbahaya untuk kesehatan badan.
  • Imam Shadiq as bersabda: “Tiga perkara yang akan merusak metabolisme tubuh manusia, bahkan mungkin saja akan membinasakannya; mandi dalam keadaan kenyang, berhubungan biologis dalam keadaan kenyang, dan berhubungan biologis dengan perempuan tua (manula)”.
  • Imam Ridho as bersabda: “Janganlah kalian berhubungan pada awal malam dalam keadaan kenyang, karena lambung dan semua nadimu dalam keadaan penuh dan berhubungan dalam keadaan seperti ini tidaklan terpuji karena hal itu akan menimbulkan berbagai penyakit seperti lumpuh, kencing batu, …dan akan melemahkan pandangan (mata). Lakukanlah hubungan pada akhir malam, karena hal itu sangat bermanfaat untuk tubuh kalian juga akan menambah kecerdasan dan akal janin”.
3.Tidak dalam Keadaan Berdiri
  • Berkaitan dengan hal ini Rasulullah saww bersabda: “Janganlah kalian berhubungan biologis dalam keadaan berdiri karena itu merupakan prilaku keledai. Dan jika bayi terlahir darinya maka ia akan kencingan (ketika tidur ia akan kencingan) diranjang, iatidak dapat menahan kencingnya seperti keledai yang kencingan disemua tempat”.
Catatan :
Perlu diketahui, berkaitan dengan adab hubungan suami istri dari segi hukum fikih ada hal-hal yang ‘di-mustahab-kan’ artinya jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa, namun lebih baiknya dilaksanakan karena di saat Allah menganjurkan sesuatu pasti ada maslahat dan hikmahnya. Yang terkadang kita tidak mengetahui hikmah dan maslahat tersebut. Hal-hal yang hukumnya makruh, artinya lebih baik ditinggalkan kendatipun apabila dilaksanakan tidak berdosa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.